MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELOR

 MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELOR

Altalitha Cyrilla Nathania


Menulis Semudah Ceplok Telor”. Tema yang disampaikan oleh Bunda Lilis Sutikno guru inspirasi dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika membuka kegiatan belajar menulis pasti menjadi buku dalam komunitas belajar menulis melalui WhatsApp Group Penulis Surabaya ini, memiliki makna bahwa menulis itu tidak sulit dan sangat mudah. “Semudah kita menceplok telor”. Telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan dimeja tanpa harus ribet membuatnya. Seperti quote dari Imam Ghozali dibawah ini :



Quote sederhana namun memang benar adanya. Jika kita mau dikenal dan dikenang oleh anak, cucu-cucu kita dan banyak orang, maka hal yang paling tepat adalah dengan menghasilkan karya, salah satunya adalah tulisan. Tulisan sahabat literasi dari PGRI dalam komunitas Belajar Menulis Gelombang 20 dengan judul di atas, menguraikan landasan mengapa kita harus menulis menurut Al-Quran dan Hadis Nabi. Secara lengkapnya akan diuraikan sebagai berikut :

Imam Asy-Syabi pernah berkata, Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekali pun di tembok.

Imam Syafii rahimahullah juga pernah bertutur, Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafii)

Disini, ilmu di ibaratkan seperti hewan buruan (kijang) apabila tidak di ikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila tidak ditulis maka akan hilang atau tidak ingat dikarenakan daya ingat manusia terbatas.


☆ MENULIS MENURUT HADITS RASULULLAH SAW

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

Baca : Qoyyidul ‘ilma bilkitabi  (Jagalah ilmu dengan menulis) 

(Shahih Al-Jami, No.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Yang dimaksud qayyidul ilma adalah kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika terus didengar, hati akan sulit mengingatnya. Ilmu itu diikat lalu dijaga. Jika hati sering lupa, ilmu itu perlahan-lahan akan hilang. Itulah sebabnya kenapa penting untuk mencatat. Sebagai umat Islam perlunya kita membiasakan diri untuk belajar menulis, karena sahabat Rasulullah SAW juga menulis Al-Quran dan Hadits kemudian dibukukan.

Apakah alasan tersebut masih kurang untuk menjadi alasan kita belajar menulis?...


  FIRMAN ALLAH DALAM AL-QURAN UNTUK MENULIS

Allah pun telah mengajarkan kepada hamba-Nya untuk mencatat karena itu bermaslahat untuk mereka, dan Allah Taala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. (QS. Al-Baqarah: 282)

Apakah alasan tersebut masih kurang untuk menjadi alasan kita belajar menulis?. 

Dari uraian diatas, jelaslah himbauan untuk kita menulis itu sangat dianjurkan dalam Islam. Sumber hukumnya dari Al-Quran dan Hadist Rosulullah SAW sangat jelas, masihkah kita malas menulis?... Dan bermalas-malasan dalam menulis?... Mari kita mulai menulis dan belajar menulis dari hal-hal yang kecil dari pengalaman kita sendiri. Seperti yang dikatakan oleh 

JK Rowling, "Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri."

Comments

  1. Ikatlah ilmu dengan tulisan.. Semangat Menulis 💪💪

    ReplyDelete
  2. Wah bunda minta maaf, baru baca ini. Kereen tulisannya. Bunda tetap menunggu Bundaku dan Aku anak emas Indonesia. Semangat...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MIMPI

PRA-LOS

PERKENALAN