SEKOLAHKU LADANG AMALKU
Hai semua! kembali lagi di cerita blogku. Hari ini aku ingin mempublish cerita dibuku antologi pertamaku, yang berjudul "Sekolahku Ladang Amalku". Buku ini sudah ber-ISBN lho..
nomer ISBN nya : 978-602-457-760-5
Bagi kalian yang ingin membaca, yuk baca cerita aku dibawah ini!
SETENGAH BAGIAN
Altalitha Cyrilla Nathania
Sekolah, satu kata terdiri dari tujuh huruf yang memiliki banyak arti, yang membuatku dapat merasakanq1 hampir seluruh bagian di dunia. Aku Talitha (panggil saja itu), sekarang aku duduk di bangku kelas enam, jenjang terakhir di sekolah dasar. Aku bersekolah di SD Labschool UNESA 1.Banyak hal yang sudah aku lakukan dan temukan selama hampir enam tahun di sekolah dasar ku ini. Di sekolah, aku banyak sekali menemukan sesuatu tentang diriku. Bakat, minat, dan rasa sudah aku temukan di sekolahku. Aku tidak pernah menyangka, salah satu bakatku adalah di bidang musik. Sejak kelas empat, jika ada acara pentas seni sekolah, aku akan ditunjuk untuk bernyanyi.
Jujur, waktu aku duduk di bangku kelas satu dan dua, aku selalu berharap semoga saja guru seni musik nya tidak hadir, he he… Memang sedikit aneh, datang ke sekolah, tapi berharap gurunya tidak hadir. Akan tetapi, itu cerita nyata. Walaupun demikian, aku sayang sekali dengan sekolah ku. Aku bisa menemukan hal baru dari diriku. Aku bisa mengubah rasa tidak suka menjadi suka ataupun sebaliknya. Di sekolah, aku juga menemukan hal-hal manusiawi yang pastinya seluruh manusia di dunia ini pasti akan merasakan di kelilingi kebencian, kesedihan, dan kebahagiaan. Disinilah, aku merasa sekolah memang begitu penting. Selain untuk menimba ilmu, datangnya sesuatu yang tak pernah dibayangkan itulah yang telah membuatku mengenal diri dan kehidupan.
Saya ingat sekali dulu waktu aku duduk di bangku kelas dua, aku sempat tidak memiliki kawan di sekolah. Sahabatku meminta kepada teman-teman di kelas untuk tidak berkawan dengan ku karena ia merasa bahwa aku adalah saingannya selama di sekolah. Jujur saja, aku tak pernah merasa dia adalah sainganku. Teman kelasku hilang, aku sendirian di kelas dan sahabatku pun pergi. Pada saat itu, ingin rasanya tidak berangkat ke sekolah, berdiam diri di rumah atau izin bolos untuk tidak sekolah. Aku berpikir tidak ada yang sayang dan peduli lagi kepadaku. Hanya ada angin dan matahari yang lewat sekejap untuk menemani kekesalanku di sekolah. Rasanya, otakku sedang berhenti berpikir.
Lelah memikirkan hal yang sebenarnya tidak penting dan tidak ada yang membuat lelahku ini sejuk kembali. Aku selalu berpikir, untuk apa aku sekolah? Aku hanya sendirian. Tidak ada yang bisa kuajak untuk diskusi dan bermain, tidak ada kebahagiaan di sekolah. Aku bisa paham dengan suatu pelajaran pun karena aku belajar di rumah. Sementara itu, sekolah adalah tempat diskusi, belajar, dan bermain bagi siswa kan?
Pikiran panjang tentang buruknya sekolah hari demi hari berdatangan. Tak ada belas kasih untuk orang tua kandungku yang sudah bekerja dari pagi hingga sore demi membiayaiku sekolah. Sebelumnya, aku tak pernah memikirkan tentang buruknya sekolah. Dari beberapa buku yang sudah aku baca, sekolah adalah tempat yang menyenangkan dan indah. Ternyata, kalimat “ekspektasi tidak seindah realita” datang ke dalam hidupku. Saat itu juga, aku langsung berpikir sekolah adalah tempat terburuk yang pernah aku kunjungi .
Hari demi hari aku menunggu teman-temanku untuk datang kembali. Menunggu hingga akhirnya aku tidak sendiri lagi. Menurutku, tak ada sekolah jika tak ada kawan karena, sekolah adalah taman belajar dan bermain. Akan tetapi, lambat laun aku sudah terbiasa sendiri. Walaupun rasa kesepian itu masih ada, tetapi aku bisa menikmati jajanan kantin dan bekal sendiri tanpa ada yang meminta-minta.
Teman-temanku lama sekali untuk kembali. Aku sudah mulai bosan menunggu. Jika tak ada mereka, aku hanya bisa berdiam dan menerung. Memikirkan apa yang bisa aku tunjukkan ketika teman-temanku datang kembali, sehingga mereka tidak akan pergi lagi. Rasanya, semua monokrom jika tidak ada teman-teman, pelangi hilang dalam beberapa hari. Aku tak menyangka sahabatku telah membenciku, hingga menyuruh teman kelasku yang berjumlah banyak itu pergi.
Hanya dalam beberapa hari saja, aku sudah mulai melupakan semua hal-hal negatif dan merubahnya menjadi positif. Aku menganggap, jika tak ada mereka mungkin ini waktunya aku sendiri. Karena, aku tak akan selalu bersama mereka. Pikiran kecilku yang selalu menangkap keburukan sekolah, lambat laun pun sudah menghilang. Menurutku, masa-masa di sekolah akan selalu berubah, dan disini aku akan merasakan setengah dari seluruh dunia. Ada yang merasakan kebahagiaan bagaikan siang dan kesedihan bagaikan malam.
Waktu pun terus berjalan, malam (kesedihan) pun lepas, siang (kebahagiaan) kembali datang. Penantianku setiap hari pun hadir. Teman-teman akhirnya kembali lagi padaku. Semua yang bewarna hitam-putih, kini sudah bewarna kembali.
Akan tetapi, hanya dalam waktu sekejap, ada saatnya malam kembali tiba. Beberapa hari setelah warna pelangi menghiasi hitam dan putih, pelangi itu perlahan menghilang. Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiranku pada saat itu. Ketika teman-temanku pergi sekejap lalu kembali, rasanya menjadi asing. Padahal aku sudah menunggu lama untuk mereka kembali. Aku seperti tidak mengenal mereka. Mereka sangat-sangat membosankan, mereka bukan seperti yang aku kenal biasanya.
Seperti ada paksaan ketika mereka kembali berteman padaku. Jujur saja aku merasa risih. Ternyata semua yang aku pikirkan menjadi benar. Mereka datang kembali mungkin secara terpaksa. Beberapa hari setelah itu, sahabatku selalu meminta tolong kepadaku. Sebenarnya, aku tidak ada masalah jika sahabatku meminta tolong. Akan tetapi menurutku itu tidak sewajarnya. Setiap kali ada catatan dari guru, sahabatku selalu meminta tolong kepadaku untuk membuat catatan padanya. Jujur, ingin rasanya aku menolak. Hampir setiap hari dia seperti itu. Semakin hari, rasanya ingin aku tolak dengan teriakan yang keras juga penuh nasehat bahwa yang sekolah pada saat itu tidak hanya dia saja. Tapi apa daya, dia seperti memiliki magnet keras sehingga semua yang dia mau harus terwujud.
Perlahan, setelah aku melewati beberapa tahun bersamanya, ternyata di saat aku kelas empat kami berbeda kelas. Ada kebahagiaan dan kekesalan yang aku rasakan. Menurutku, dia sahabat terbaik yang pernah aku kenal. Dia juga telah melengkapi masa-masa sekolahku dengan lengkap. Kesedihan dan kebahagiaan yang pernah ia beri, dapat aku lukis dengan pelangi dan awan.
Beranjak di kelas lima, teman-teman semakin dekat denganku. Kami belajar dan bermain bersama-sama penuh keceriaan. Kami juga pernah menjadi petugas upacara. Saat menjadi petugas upacara, aku bertugas sebagai pemimpin upacara. Ini adalah pengalaman pertamaku bertugas menjadi pemimpin upacara. Selama aku menjadi siswi di SD Labschool UNESA 1 yang bertugas sebagai pemimpin upacara selalu siswa laki-laki. Berdiri di tengah lapangan, menghadap pembina upacara, serta menjadi perhatian seluruh peserta upacara rasanya.
Pengalaman yang paling berkesan saat kelas lima adalah ketika kegiatan Outbond “K Hotel and Resorts, Pandaan” pada tanggal 10 Maret 2020. Di sana, aku dan teman - teman dapat merasakan udara segar dari pohon yang sangat tinggi. Kami pun banyak melaksanakan aktifitas alam yang sangat seru. Menanam padi bersama Pak Tani, bermain dayung-dayungan bersama, dan masih banyak lagi. Bis yang kami tumpangi juga memberikan kesan yang sangat indah. Kami merasakan kebahagiaan yang tak ternilai. Kami bernyanyi, menari, dan saling berbagi kebahagiaan bersama.
Gambar 3: Bersama Guru dan teman-teman saat akan berangkat Outbond
Akan tetapi, seminggu setelah Outbond karena adanya pandemi virus korona kegiatan pembelajaran sementara dilaksanakan di rumah melalui daring. Ini merupakan pengalaman pertama sekolah tidak dengan tatap muka, tidak bertemu guru, sahabat, dan teman kelas. Tidak menginjakkan kaki di sekolah dan kelas, aku rasa seperti bukan sekolah.
Tanpa terasa kelas lima sudah terlewati, dan sekarang aku naik ke kelas enam. Sedih sekali rasanya, karena sampai sekarang aku belum bisa dapat bertemu dengan bapak, ibu guru juga teman-temanku. Rindu yang sangat besar sangat sulit untuk dilupakan jika masa-masa di sekolah tidak dapat diulangi. Jika kembali ke sekolah, kami pun juga harus membatasi dan menjaga diri. Hingga kini, sekarang satu semester akan terlewati kami belum pernah merasakan belajar di kelas lagi. Sedih kurasakan jika mengenang saat-saat masuk sekolah. Menunggu bel istirahat berbunyi, berebut antrian di sudut sekolah untuk merasakan jajanan kantin, dan berbagi jajanan satu sama lain.
Banyak hal yang sudah aku dapatkan ketika aku berada di sekolah. Menjadi mandiri, mencari pengalaman baru, melihat seberapa luas manusia di dunia, melihat orang-orang yang harus kita hargai, dan mendengar ucapan kata dari berbagai orang yang berbeda dengan kita. Itu semua tidak lepas dari bimbingan bapak dan ibu guru ku. Perhatian dan bimbingan yang luar biasa membuat aku termotivasi untuk selalu berprestasi dan tidak mudah menyerah.
Saya sangat bersyukur sekali, pernah melewati hal yang sudah aku ceritakan sedikit kepada kalian. Pengalaman yang sudah aku ceritakan barusan, telah membuatku sangat mencintai waktu ketika berada di sekolah. Bahagia, sedih, kebersamaan, dan perbedaan yang mengililingiku dan semuanya tergantung bagaimana aku bisa mengontrol diriku. Dengan tulisan cerita pendekku ini, aku berharap agar kalian yang sedang membaca ini, bisa lebih mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Bersyukurlah jika kau bisa berangkat ke sekolah dan menginjakkan kaki di kelas. Di balik seribu keluhanmu tentang sekolah, akan ada berjuta-juta hal yang akan membuat dirimu lebih baik lagi. ❤
SEKIAN
Profil Penulis
Halo semuanya, namaku Altalitha Cyrilla Nathania. Panggil saja aku Talitha. Aku lahir di kota Surabaya, pada tanggal 2 Juli 2008. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara. Memiliki 2 kakak laki-laki. Sekarang, aku berumur 12 tahun dan duduk di bangku kelas enam. Aku bersekolah di SD Labschool Unesa 1 Ketintang Surabaya. Hobiku adalah mendengarkan lagu, bernyanyi sekaligus bermain musik.
Kereeen... kurang lengkap tanpa ada foto bukunya sayang.
ReplyDeleteDi atas ISBN nomor....
Bisa letakkan buku di sana sayang.
Semoga menang di Minggu ini ya. Semangat dan sukses selalu.